Rabu, 13 Mei 2009

Teori Ekonomi Sumber Daya Manusia

. Rabu, 13 Mei 2009

1. Teori Klasik Adam Smith
Adam Smith merupakan tokoh utama dari aliran ekonomi yang kemudian dikenal sebagai aliran klasik. Smith menganggap bahwa manusialah sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran bangsa. Alasannya, alam tidak ada artinya kalau tidak ada sumber daya yang pandai mengelolanya sehingga bermanfaat bagi kehidupan. Smith juga melihat bahwa alokasi sumber daya yang efektif adalah pertumbuhan ekonomi.
2. Teori Klasik J.B. Say
Kontribusi J.B. Say terhadap aliran klasik ialah pandangannya yang mengatakan bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya dengan sendiri. Pendapat Say ini disebut Hukum Say.
Hukum Say didasarkan pada asumsi bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. Tiap ada produksi, pasiti ada pendapatan, yang nilainy sama persis dengan nilai produksinya tadi. Dengan demikian dalam keadaan keseimnbangan, produksi cenderung menciptakan permintaan sendiri akan produksi barang yang bersangkutan. Dengan asumsi seperti ini ia menganggap bahwa peningkatan produksi akan selalu diiringi dengan peningkatan pendapatan. Jadi, dalam perekonomian yang menganut pasar persaingan sempurna tidak akan pernah terjadi kelebihan penawaran.
3. Teori Malthus
Meskipun Malthus merupakan salah satu pengikut Smith, tidak semua pemikirannya sejalan dengan Smith. Disatu pihak Smith optimis bahwa kesejahteraan umat manusia akan selalu meningkat sebagai dampak positif dari pembagian kerja dan spesialisasi. Sebaliknya, Maltus justru pesimis tentang masa depan umat manusia. Malthus pesimis disebabkan kenyataan bahwa tanah sebagai salah satu faktor produksi utama tetap jumlahnya. Dalam banyak hal justru jumlah tanah untuk pertanian berkurang karena sebagian digunakan untuk membangun perumahan, pabrik-pabrik, bangunan lain serta pembuatan jalan.
4. Teori Keynes
Kaum klasik percaya bahwa perekonomian yang dilandaskan pada kekuatan mekanisme pasar akan selalu menuju keseimbangan (equilibrium). Dalam posisi keseimbangan, kegiatan produksi secara otomatis menciptakan daya beli untuk membeli barang-barang yang dihasilkan. Daya beli tersebut diperoleh sebagai balas jasa atas faktor-faktor produksi seperti upah, gaji, suku bunga dan lain-lain. Pendapatan atas dasar faktor-faktor produksi tersebut seluruhnya akan dibelanjakan untuk membeli barang-barang yang dihasilkan perusahaan. Ini yang dimaksud Say bahwa pemasaran akan selalu berhasil menciptakan permintaan sendirinya.
5. Teori Harrord-Domar
Teori Harrord-Domar dikenal sebagai teori pertumbuhan. Menurut teori ini investasi tidak hanya menciptakan permintaan, tetapi juga memperluas kapasitas produksi. Kapasitas produksi yang besar membutuhkan permintaan yang besar pula agar produksinya tidak turun. Peran modal fisik di dalam model pertumbuhan amat besar. Tetapi, kapasitas hanya dapat meningkat apabila sumber daya lain membesar. Disamping itu dalam model pertumbuhan, jumlah penduduk yang besar tidak mengurangi pendapatan per kapita asalkan modal fisiknya meningkat.

1 komentar:

al-carati mengatakan...

Untuk teori ekonomi sdm dari Coale-hoover,Ester Boserup,Rational Expectation ada ga mas???klo bisa tolong dilengkapi ya coz sgt bermanfaat bwt saya yg msh awam ttg ilmu eko.sdm,trims

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Power by blogtemplate4u.com